Banyuasin Dapat Bantuan Motor Pengangkut Sampah
Dari Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia

By Arief 03 Des 2018, 19:34:59 WIBDaerah

Banyuasin Dapat Bantuan Motor Pengangkut Sampah

Keterangan Gambar :


Banyuasin BS - Menyongsong Indonesia Bersih 2025, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI) yang diwakili oleh Staf Ahli Ilham Malik, didampingi Pejabat Kementrian Agus Saefudin, membagikan 10 Unit motor sampah dari DPRI Komisi VII Fraksi PDIP Nazarudin Kiemas di Get House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, sekaligus sosialisasi Pengolahan Sampah.

 

Dalam Sambutannya, Bupati Banyuasin H. Askolani.SH. mengucapkan ribuan terimakasih kepada Komisi VII DPRRI Fraksi PDIP Nazarudin Kiemas, yang selama ini sudah banyak membantu kabupaten Banyuasin, mulai dari Listrik Masuk Desa, Sumur Bor , Pengembangan Pupuk Bio Gas dan Penyaluran Bibit unggul.

 

“Terimakasih atas adanya sosialisasi pengembangan bank sampah, serta pemberian bantuan motor pengangkut sampah. Bapak Nazarudin ini Alias Babe sudah saya anggap orang tua sendiri, Kalau saya jadi wakil DPRD Banyuasin beliau menyalurkan bantuan berupa sumur bor dan listrik. Muda-mudahan setelah saya jadi bupati, babe lebih banyak lagi membantu kami di kabupaten Banyuasin ini,” katanya dihadapan para peserta sosialisasi pengolahan bank sampah yang dihadiri oleh camat, lurah dan kepala desa yang menerima bantuan kendaraan motor pengangkut sampah tersebut, Senin (3/12).

 

Lebih lanjut orang nomor satu di Banyuasin ini mengatakan, jika 97 persen listrik masuk Desa yang ada di Banyuasin adalah berkat dorongan pak Nazarudin Keamas, dan soal sampah di kabupaten sedulang setudung ini ada sekitar 60 ribu ton, namun yang bisa dikelolah dan diolah, hanya sekitar kurang lebih 20%, semua ini dikarenakan kurangnya fasilitas. Jika tahun depan dapat ditingkatkan, kabupaten Banyuasin siap dalam pengolaan infrastruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025.

 

“ APBD kita hanya 2,2 triliun, kemarin kami ke korea selatan dengan APBD 3,5 triliun, mereka sudah mampuh menciptakan pengolaan sampah, seperti sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang bisa menjadi pembangkit tenaga listrik dan pupuk. Kelemahan kabupaten Banyuasin bukan hanya di biaya dan anggaran, namun kurang juga SDM, oleh sebab itu, kepada pak Mentri dan DPRRI, kami minta batuan dana, pasilitas dan teknologi, agar pejuang lingkungan hidup, atau petugas pemungut sampah yang ada sekarang ini, mendapat gaji yang pantas dan standar. Sesuai moto kita, Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera," tegasnya.

 

Sementara itu, Ilham Malik selaku staf Ahli kementrian LHK RI menegaskan, jika penyerahan motor mengangkut sampah dan pelatihan pengolahan bank sampah, merupakan kerja nyata antara kementrian, komisi VII DPRRI dan pemerintah kabupaten Banyuasin. Meskipun masih ada PR sekitar 80% soal sampah, yang paling penting itu bagaimana cara menangani sampah tersebut.

 

“Kementrian berusaha mendidik masyarakat dengan pengolahan bank sampah, masyarakat jangan hanya mengumpulkan sampah, namun harus bisa mengolah sampah agar dapat bermanfaat dan meningkatkan penghasilan tambahan. Kedepan kemetrian tidak hanya membantu 30 unit motor saja, ( 20 unit yang sudah diserahkan sebelumnya, red) namun akan berusaha berpariasi bantuan, tidak hanya motor sampah, bisa jadi tahun berikutnya mobil dan lain-lain,” terangnya.

 

Hal senada dikatakan DPRRI Komisi VII Nazarudin Kiemas Fraksi PDIP. Dia mengatakan, jika Banyuasin merupakan kabupaten yang paling sering ia kunjungi, serta kabupaten paling banyak yang ia bantu.

 

“Saya melihat Banyuasin ini satu-satunya kabupaten penyangga,berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Selatan. Karena itulah saya berikan motor penggangkut sampah sekaligus sosilisasi pengelolahan sampah yang bermanfaat, pungkasnya. (Nasirudin)

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment