Warga Betung Resah, Pasien Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protocol Covid 19.
Tismon Angkat Bicara

By Arief 15 Mei 2020, 10:49:07 WIBKesehatan

Warga Betung Resah, Pasien Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protocol Covid 19.

Keterangan Gambar : Tismon Sugiarto


BANYUASIN - Jumlah pasien positif Covid-19 di Banyuasin bertambah menjadi 24 kasus. Dari delapan kasus tambahan terkonfirmasi positif hari Kamis (14/5/2020), dua pasien diantaranya merupakan warga kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Pasien pertama Inisial S, Laki-laki usia 60 tahun, Sakit dan saat ini dirawat di RS Swasta di Palembang. Kemudian pasien inisial U, Laki-laki usia 52 tahun, merupakan Pasien TB Paru yg dirawat di RSUD Banyuasin, tidak mempunyai riwayat perjalanan dan meninggal dunia tanggal 4 Mei 2020.

Kedua pasien dari kecamatan Betung tersebut, menjadi perhatian serius masyarakat kecamatan Betung. Pasalnya salah seorang warga kelurahan Betung yang berinisial S (60) merupakan pemilik salah satu rumah makan yang ramai dikunjungi pelanggannya di kelurahan Betung.

Sementara yang berinisial U (52) merupakan Pasien TB Paru yang dirawat di RSUD Banyuasin dan telah meninggal dunia pada tanggal 4 Mei lalu yang dimakamkan tanpa protocol Covid -19 yang ahirnya membuat heboh, dan menjadi keresahan dikalangan masyarakat Kecamatan Betung.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Banyuasin, Tismon Sugiarto SH  menyayangkan sikap Gugus Tugas Banyuasin dan pihak rumah sakit yang dinilai teledor dalam kasus tersebut.

“Saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Dari itu, saya berharap agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Jika ada pasien yang terindikasi positif corona, dan meninggal dunia, hendaknya dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid 19, demi untuk menjaga keamanan kesehatan masyarakat lain, dan tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat seperti saat ini," katanya, saat ditemui wartawan di kediamannya.

Menurut Tismon, pihak rumah sakit dan gugus tugas mesti bertindak sesuai mekanisme, sebab sebelum meninggal, korban sempat mengalami sesak nafas dan batuk (Pasien TB Paru red). 

“Ini demi keselamatan banyak orang, kalau sudah tahu swab korban itu diambil karena korban juga menunjukkan gejala corona mengapa tidak dilakukan pencegahan?, mengapa tidak diantisipasi?, Proses pemakaman korban yang dilakukan tanpa protocol Covid-19, sangat berisiko terhadap warga lainnya. Khususnya bagi mereka yang terlibat langsung dalam proses pemakaman.” tambahnya.

Lebih lanjut Tismon mengatakan, jika dia sebagai anggota DPRD Banyuasin, mendukung penuh pemerintah kabupaten Banyuasin dalam hal pencegahan penyebaran virus corona Covid 19 ini. Dari itu, dia minta agar semua pihak, dapat bekerja lebih serius lagi, dalam hal penanganan Covid 19 ini. (Vilkadi)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment